top of page

Memahami Polar Pattern pada Mikrofon

Updated: Feb 16, 2023

Pada dasarnya, mikrofon merupakan inti dari setiap pengaturan rekaman, dan salah satu karakteristik utama yang menentukan kinerjanya adalah Polar Pattern. Polar Pattern adalah representasi grafis dari sensitivitas mikrofon terhadap suara dari arah yang berbeda. Memahami Polar Pattern penting untuk mencapai kualitas audio yang optimal dan menghindari kesalahan umum yang dapat mengorbankan rekaman.





Apa itu Polar Pattern?


Polar Pattern adalah plot dua dimensi yang menunjukkan respon directional mikrofon terhadap gelombang suara dari sudut yang berbeda. Polar Pattern paling umum adalah omnidirectional, cardioid, supercardioid, dan figure-of-eight. Setiap pola memiliki bentuk unik yang mencerminkan sensitivitas mikrofon terhadap suara dari sudut yang berbeda.


Mikrofon omnidirectional menangkap suara secara merata dari semua arah, sehingga ideal untuk merekam suara lingkungan atau akustik alami. Namun, mikrofon cardioid lebih directional dan menekan suara dari belakang dan samping, sehingga cocok untuk menangkap sumber individu di lingkungan yang berisik. Mikrofon supercardioid bahkan lebih directional dan memiliki sudut tangkapan yang lebih sempit daripada cardioid, sehingga berguna untuk mengisolasi sumber individu di ruang dengan reverb yang tinggi. Akhirnya, mikrofon figure-of-eight memiliki Polar Pattern dua arah dan menangkap suara dari depan dan belakang sementara menolak suara dari samping.


Bagaimana Memilih Polar Pattern yang Tepat?


Memilih pola polar yang tepat untuk rekaman tertentu tergantung pada beberapa faktor, termasuk suara yang diinginkan, lingkungan rekaman, dan jenis sumber. Misalnya, jika Anda ingin merekam suara alami dari sebuah ruangan atau kelompok musisi, mikrofon omnidirectional mungkin menjadi pilihan terbaik. Namun, jika Anda ingin mengisolasi seorang penyanyi atau instrumen dari kebisingan latar belakang, mikrofon cardioid atau supercardioid mungkin lebih cocok.


Faktor lain yang perlu dipertimbangkan saat memilih pola polar adalah efek kedekatan, yaitu peningkatan respons bass saat mikrofon ditempatkan dekat dengan sumber suara. Efek ini lebih terlihat pada mikrofon directional daripada omnidirectional dan dapat digunakan secara kreatif untuk menambahkan kehangatan dan kedalaman pada suara atau instrumen.


Bagaimana Menggunakan Pola Polar dalam Rekaman?


Menggunakan pola polar secara efektif membutuhkan penempatan mikrofon dan sumber suara yang hati-hati, serta pemahaman yang baik tentang akustik ruangan dan peralatan perekaman. Ketika menempatkan mikrofon directional, penting untuk mengarahkan bagian depan mikrofon ke arah sumber suara dan menghindari mengarahkannya ke permukaan reflektif atau sumber suara lainnya.


Selain itu, penting untuk mengontrol efek proximity dengan menyesuaikan jarak antara mikrofon dan sumber suara, dan dengan menggunakan filter pop atau windscreens untuk mengurangi plosif dan suara tidak diinginkan lainnya. Terakhir, penting untuk memantau rekaman dengan saksama dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk mencapai suara yang diinginkan.


Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, memahami pola polar adalah aspek fundamental dalam mencapai rekaman berkualitas tinggi, tidak peduli jenis atau gaya musiknya. Dengan memilih pola polar yang tepat untuk pekerjaan dan menggunakannya dengan benar, Anda dapat menangkap suara alami sumber suara Anda, menghindari kesalahan rekaman umum, dan mencapai hasil profesional. Baik Anda seorang pemula atau seorang insinyur yang berpengalaman, menguasai pola polar adalah langkah penting menuju mewujudkan visi kreatif Anda.


175 views0 comments

Comments


bottom of page